Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Lengkap : Contoh Isim Maushul dalam Al Quran Beserta Penjelasannya

Lengkap: Contoh Isim Maushul dalam Al Quran Beserta Penjelasannya

Contoh Isim Maushul dalam Al Quran Beserta Penjelasannya

Halo teman-teman seperti pada judul kali ini yaitu tentang Isim maushul dalam bahasa Arab. Isim maushul bisa disebut sebagai kata penghubung.

 Pada tulisan kali ini, poin-poin yang akan dibahas yaitu tentang isim maushul dan lebih jelasnya teman-teman bisa melihat di bawah sini. 

  1. Definisi isim maushul
  2. Lafadz-lafadz Isim Maushul
  3. Jenis-jenis silah maushul
  4. Contoh-contoh isim maushul dalam Al Quran

A. Definisi isim maushul dalam bahasa Arab

Namun secara definisi isim maushul adalah kata benda yang digunakan sebagai kata yang menghubungkan kalimat satu dengan yang lainnya. 

Perhatikan contoh berikut! 

Kalimat 1

جَاءَتْ اْلمُدَرِسَةُ

(Telah datang seorang guru perempuan)

Kalimat 2

الْمُدَرِسَةُ تُعَلِمُ الُّلغَةَ اْلعَرَبِيَةَ فِي اْلمَدْرَسَةِ

(seorang guru perempuan sedang mengajarkan bahasa Arab di Sekolah)

Kalimat 3

Pada kalimat ketiga kita akan menambahkan isim maushul yaitu kata allati artinya “yang” di antara kalimat satu dan kalimat kedua. 

جَاءَتْ اْلمُدَرِسَةُ الَّتِي تُعَلِمُ الُّلغَةَ اْلعَرَبِيَةَ فِي اْلمَدْرَسَةِ 

 (telah datang seorang guru perempuan yang sedang mengajarkan bahasa Arab di Sekolah)

Dan karena ini disebut isim maushul (kata penghubung) maka harus ada kata atau kalimat yang disambungkannya, ini dalam bahasa Arab disebut sebagai shilah maushul. 

Posisi shilah maushul harus ada langsung setelah isim maushul, tidak boleh terhalang oleh kata atau kalimat yang lain terlebih dahulu. 

جَاءَتْ اْلمُدَرِسَةُ تُعَلِمُ الَّتِيْ اُّللغَةَ اْلعَرَبِيَةَ فِي اْلمَدْرَسَةِ

Pada kata الَّتِيْ  menunjukan pada kata اْلمُدَرِسَةُ tidak boleh terpisah oleh kata  تُعَلِمُ terlebih dahulu. Jadi setelah kata اْلمُدَرِسَةُ harus langsung kata isim maushulnya yaitu الَّتِيْ.

Kemudian isim maushul dan shilah maushul tidak boleh dipisahkan, misal cuma ada isim maushul nya aja atau shilah maushul aja, itu tidak boleh karena tidak memiliki makna yang sempurna. 

Coba perhatikan contoh berikut!

 جَاءَ اَّلذِيْ

(telah datang yang . . .)

Setelah melihat contoh di atas sangat jelas bahwa kalimat tersebut tidak bisa dipahami dengan baik, karena hanya ada isim maushulnya  saja. 


B. Lafadz-lafadz Isim Maushul dalam Bahasa Arab

Apa saja lafadz-lafadz isim maushul dalam bahasa Arab? dan ada berapakah jumlahnya?

Pada bagian ke dua ini kita akan membahas tentang lafadz-lafadz isim maushul yang jumlahnya ada enam. 

1. الَّذِيْ

Kata atau kalimat yang disambungkan dengan menggunakan الَّذِيْ adalah mufrad (satu) mudzakar (laki-laki), contoh dalam kalimat bahasa Arab

دَرَسَ اْلوَلَدُ اَّلذِيْ جَاءَ أَبُوْهُ. 

artinya telah belajar anak yang telah datang Bapaknya. Kita bisa melihat kata الَّذِيْ menunjukan pada kata اْلوَلَدُ artinya seorang anak. 

Dan seorang anak itu jumlahnya satu (mufrad) dan berjenis kelamin laki-laki (mudzakar).

2. الَّتِيْ

Kata atau kalimat yang disambungkan dengan menggunakan kata ini adalah mufradah (1) muannatsah (perempuan), yuk perhatikan contoh penggunaanya dalam bahasa Arab seperti kalimat di bawah ini.

أَكَلَتْ عَائِشَةُ الَّتِيْ جَمِيْلَةٌ وَجْهُهَا

artinya telah makan aisyah yang cantik wajahnya. 

Kata  الَّتِيْ pada kalimat ini menunjukan pada aisyah, dan Aisyah jumlahnya 1 (mufradah) dan dia adalah seorang perempuan (muannatsah)

3. الَّذَانِ

Kata ini digunakan untuk menghubungkan pada silah maushul (yang disambungkan) yang tasniyah (2) mudzakar (laki-laki). 

Perhatikan contoh berikut

دَرَسَ اْلوَلَدَانِ اَّلذَانِ فِيْ تَعْلِيْمِ الُّلغَةِ اْلعَرَبِيَةِ

artinya telah belajar dua orang anak yang mahir dua duanya dalam pembelajaran bahasa Arab

اَّلذَانِ menunjukan pada اْلوَلَدَانِ, dan اْلوَلَدَانِ termasuk tasniyah karena jumlahnya ada dua dan termasuk juga pada mudzakar karena keduanya adalah laki-laki. 

4. الَّتَانِ

Kata ini digunakan untuk menghubungkan pada silah maushul (yang disambungkan) yang tasniyah (2) dan muannats (perempuan).

Perhatikan contoh berikut

ذَهَبَتْ عَائِشَةُ وَفَاطِمَةُ اَّلتَانِ الطَّاوِيْلَانِ خِمَارُهُمَا إِلَى اْلمَدْرَسَةِ

Artinya telah pergi aisyah dan fatimah yang panjang kerudungnya ke sekolah

اَّلتَانِ menunjuk pada عَائِشَةُ وَفَاطِمَةُ dan عَائِشَةُ وَفَاطِمَةُ termasuk tasniyah karena jumlahnya ada dua.

 Dan termasuk juga pada muannats karena Aisyah dan Fatimah adalah perempuan. 

5. الَّذِيْنَ 

Kata ini digunakan untuk menghubungkan pada silah maushul (yang disambungkan) pada jamak mudzakar saalim.

Perhatikan contoh berikut!

قَدْ ذَهَبَ الطُّلَابُ الَّذِيْنَ اْلمَاهِرُوْنَ فِيْ تَعْلِيْمِ الُّلغَةَ اْلعَرَبِيَةَ

Artinya Sungguh telah berangkat para mahasiswa yang mahir dalam belajar bahasa inggris

الَّذِيْنَ menunjuk pada الطُّلَابُ artinya para mahasiswa. dan الطُّلَابُ termasuk pada jamak karena jumlahnya banyak.

Dan termasuk juga pada mudzakar karena الطُّلَابُ adalah para laki-laki. 

6. اللَّائِيْنَ

Kata ini digunakan untuk menghubungkan pada silah maushul (yang disambungkan) pada jamak muannats saalim. 

Perhatikan contoh berikut

دَرَسَتْ التَّلَامِيْذَاتُ اللَّائِيْنَ يَحْمِلْنَ اْلقُرْآنَ اْلكَرِيْمَ فِيْ حَقِيْبَتِهِنَّ

Artinya telah belajar para siswi yang membawa Al aquran di tas-tas mereka.

اللَّائِيْنَ menunjuk pada التَّلَامِيْذَاتُ artinya para siswi. التَّلَامِيْذَاتُ karena jumlahnya banyak disebut jamak. 

Dan disebut muannats sudah pasti karena التَّلَامِيْذَاتُ  artinya perempuan


C. Jenis jenis Shilah Maushul dalam bahasa Arab

Shilah Maushul dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, yuk perhatikan gambar di bawah ini.

Berdasarkan gambar di atas kita bisa mengetahui bahwa shilah maushul terbagi menjadi 3.

1. Jumlah ismiyah 

Shilah maushul berupa jumlah ismiyah. Jumlah ismiyah ini merupakan kalimat yang diawali oleh isim atau kata benda. 

Agar lebih mudah memahaminya perhatikan contoh dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 61 

قَالَ أَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ أَدْنَى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ

Berdasarkan ayat di atas kita bisa mengetahui bahwa isim maushulnya itu kata yang berwarna kuning.

Dan sengaja untuk shilah maushul saya beri tanda hijau karena itulah shilah maushul yang berupa jumlah ismiyah. 

Jumlah ismiyah pada contoh kali ini diawali  oleh kata هُوَ dimana kata ini merupakan salah satu dari isim dhamair dalam bahasa Arab. 

Dan kita bisa melihat dua isim maushul dan dua shilah maushul pada ayat di atas yah. 

2. Jumlah fi’liyah 

Shilah maushulnya berupa jumlah fi’liyah. definisi jumlah fi’liyah adalah kalimat yang didahului oleh sebuah kata kerja. 

Agar lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 1

اْلحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ اْلكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَاجًا

Isim Maushul pada ayat di atas adalah الَّذِيْ  dan untuk shilah maushulnya yaitu jumlah fi’liyah. 

Jumlah fi’liyah pada ayat ini diawali dengan kata أَنْزَلَ. dan kata أَنْزَلَ merupakan salah satu dari fi’il yaitu fi’il madhi. 

3. Sibhu jumlah 

Nah ini dia yang terakhir shilah mashulnya berupa sibhu jumlah. Sibhu jumlah adalah kalimat yang menyerupai kalimat.

Biasanya sibhu jumlah ini didahului oleh huruf jar majrur atau dharaf.

Agar tidak pusing mari perhatikan contoh dalam kalimat bahasa Arab di bawah ini!

Contoh sibhu jumlah dengan dharaf

أَكْرِمِي اَّلذِيْ عِنْدَكِ!

Isim maushul pada kalimat contoh di atas yaitu kata اَّلذِيْ dan shilah maushulnya yaitu عِنْدَكِ. 

Contoh sibhu jumlah dengan huruf jar majrur

أَحْسِنْ إِلَى أَصْدِقَاءِكَ اَّلذِيْنَ فِي اْلمَدْرَسَةِ

Isim Maushul pada kalimat contoh di atas yaitu kata اَّلذِيْنَ shilah maushulnua yaitu فِي اْلمَدْرَسَةِ.  

Alhamdulillah kita sudah sama-sama belajar tentang isim maushul, disini saya akan memberikan sedikit simpulan. 

Apa itu isim maushul? simpelnya sih kata penghubung antara satu kata/kalimat dengan kata/kalimat lainnya. 

Dan lafadz-lafadznya terbagi lagi menjadi enam dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. 

Terakhir yaitu shilah maushul, di sini ada tiga jenis nya yaitu shilah maushul jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah dan shibhu jumlah. 

Mudah-mudahan tulisan kali ini bisa bermandaaf dan bisa membantu memahami bahasa Arab  yah

1 komentar untuk "Lengkap : Contoh Isim Maushul dalam Al Quran Beserta Penjelasannya"

V4X 28 Januari 2021 04.31 Hapus Komentar
Isim maushul dalam surat al quran ada ga?